Malaysia’s Food Price Increase In The First Four Months Of 2011 Is Double The Global Average

Press Release

The latest inflation statistics released by Bank Negara Malaysia[1] for the first four months of 2011 (up to April 2011) is alarming. I am particularly concerned with the prices for food and non-alcoholic beverages that saw a 4.9% increase for the period January to April 2011 when compared to a similar period in 2010.

If this pattern persists for the remainder of the year, 2011 will register the second highest food price increase for the people to bear since 2006. This will repeat the pain of 2008 when food prices increased by 8.8% due to a sudden hike in petrol and fuel prices.

2006 2007 2008 2009 2010 2011*
Food price increase 3.4% 3.0% 8.8% 4.1% 2.4% 4.9%

Table 1:

Food price increase was highest in 2008 due to petrol and fuel price hike; the similar trend is expected to repeat this year (*2011 is an estimate)

Food prices in Malaysia increase at more than twice the rate of global food prices in the first four months of 2011. A comparison of consumer price index (CPI) for global food prices published by United Nation’s Food and Agricultural Organisation (FAO) against BNM’s statistics foretells the economic misery that will affect millions of ordinary Malaysians if the Federal Government is reckless in its subsidy rationalisation program:

Jan 2011 Feb 2011 Mar 2011 Apr 2011 % increase Jan – Apr
CPI for food and non-alcoholic beverages (Source: BNM) 102.6 103.7 103.7 104.0 1.4%
Monthly Food Price Index

(Source: FAO)[2]

230.7 237.2 231.0 232.1 0.6%

Table 2:

Malaysia’s food price increases at more than twice the rate of global food price increase

There is a direct correlation between haphazard removal of subsidies that affects the majority of Malaysians and the persistent food price increases registered in the first four months of the year.

Furthermore, the moral and social justification for offloading more financial burden to the public to solve the Federal Government’s budget deficit is weak; when the main excesses and wastages that led to the budget deficit in the first place are left untouched. The rakyat will find it hard to swallow the reality that they have to shoulder the responsibility for a decade’s worth of Barisan Nasional’s economic mismanagement especially when they know the tycoons and cronies who benefitted most from the largess of the past decade are left unpunished.

Pakatan Rakyat has outlined a clear set of steps to be taken in order to reduce the national budget deficit without overly burdening the rakyatin its Buku Jingga. This includes the removal of the RM19 billion corporate subsidies given to the elite and well connected companies including the Independent Power Producers (IPPs) and instituting an effective war against corruption to prevent an estimated RM28 billion leak and wastages suffered by the Federal Government each year (as concluded from the 2008 Auditor General’s Report).

At the rate that the food price is increasing, by the end of 2011 therakyat will have to pay an extra 30% cost for each food item compared to 2005. Within 6 years, the food prices have increased by 30% when the average pay increase for Malaysian workers over the period of 2001 and 2010 is only 2.6%.

A vote for Barisan Nasional is a vote for economic mismanagement and escalating food prices.

ANWAR IBRAHIM
LEADER OF OPPOSITION
20 MAY 2011

======

KENAIKAN HARGA MAKANAN NEGARA DALAM JANGKA MASA 4 BULAN PERTAMA TAHUN 2011 MERUPAKAN KENAIKAN DUA KALI GANDA DARI HARGA DUNIA.

Statistik inflasi terbaru yang dikeluarkan Bank Negara Malaysia untuk empat bulan pertama 2011(sehingga bulan April 2011) begitu membimbangkan. Saya perihatin dengan kenaikan sebanyak 4.9% harga makanan dan minuman tidak beralkohol dari bulan Januari sehingga bulan April tahun ini sekiranya dibandingkan dengan harga makanan serta minuman tidak beralkohol untuk jangka masa yang sama tahun lepas.

Sekiranya kenaikan ini tidak dibendung dan kekal untuk bulan seterusnya, tahun 2011 akan mencatatkan kenaikan harga makanan kedua tertinggi semenjak tahun 2006. Kenaikan ini akan menambah derita rakyat sepertimana pada tahun 2008 lalu apabila harga makanan naik sehingga 8.8% akibat dari kenaikan mendadak harga minyak dan petrol.

2006 2007 2008 2009 2010 2011*
Kenaikan Harga Makanan 3.4% 3.0% 8.8% 4.1% 2.4% 4.9%

Jadual 1:

Kenaikan harga makanan adalah tertinggi pada tahun 2008 akibat kenaikan harga minyak dan petrol. Kita menjangka kesan yang sama untuk tahun 2011( tahun *2011 merupakan satu jangkaan)

Harga makanan di Malaysia naik dua kali ganda jika dibandingkan dengan harga makanan seluruh dunia sepanjang empat bulan pertama tahun 2011.  Perbandingan antara Indeks Harga Pengguna (CPI) yang dilaporkan oleh Organisasi Makanan dan Pertanian Pertubuhan Bangsa Bangsa Bersatu (United Nation’s Food and Agricultural Organisation [FAO] ) dengan statistik yang dikeluarkan oleh Bank Negara Malaysia menunjukkan ramai rakyat Malaysia bakal terkesan dengan tindakan terburu buru kerajaan merasionalisasi subsidi.

Jan 2011 Feb 2011 Mar 2011 Apr 2011 % kenaikan Jan – Apr
Indeks Harga Pengguna untuk makanan dan minuman tidak beralkohol (sumberBNM) 102.6 103.7 103.7 104.0 1.4%
Indeks Harga Makanan Bulanan

(sumber: FAO)[1]

230.7 237.2 231.0 232.1 0.6%

Jadual 2:

Harga makanan di Malaysia naik dua kali ganda berbanding harga makanan seluruh dunia.

Kami yakin wujudnya kaitan akibat dari penarikan subsidi buat rakyat Malaysia dengan kenaikan harga makanan sebagaimana yang dicatatkan sepanjang empat bulan pertama tahun ini.

Alasan kerajaan untuk menarik kembali subsidi kerana ianya meringankan beban defisit belanjawan ternyata lemah. Jelasnya rakyat yang terkesan akibat dari program rasionalisasi tersebut sedangkan pembaziran serta ketirisan yang mengakibatkan defisit tidak pula diatasi sesegera mungkin. Rakyat mulai muak dengan tatakelola ekonomi yang lemah oleh Barisan Nasional apabila mereka terpaksa menanggung derita sedangkan kroni dan mereka yang dekat dengan pemerintah mendapat keuntungan yang bukan sedikit malah tidak pula dihukum.

Pakatan Rakyat telah merangka langkah yang jelas dan beriltizam untuk mengurangkan defisit belanjawan negara serta berusaha memastikan upaya itu tidak membebankan rakyat sebagaimana yang terkandung dalam Buku Jingga. Langkah ini termasuklah menarik kembali subsidi korporat yang berjumlah 19billion yang diberikan kepada elit serta syarikat yang dekat dengan pemerintah termasuklah syarikat Pengeluar Tenaga Bebas/Swasta (IPP). Kita juga akan berusaha menghapuskan rasuah yang telah merugikan kerajaan persekutuan sekitar RM 28 billion setiap tahun( kesimpulan merujuk kepada Laporan Ketua Audit Negara pada dari tahun 2008)

Pada kadar kenaikan harga makanan, dijangka pada akhir tahun 2011, rakyat terpaksa membayar 30% lebih dari harga kos setiap jenis makanan berbanding pada tahun 2005. Sepanjang enam tahun tersebut harga makanan telah naik sebanyak 30% sedangkan kenaikan upah di negara ini puratanya sekitar 2.6% dari tahun 2001 sehinggga tahun 2010.

Pakatan Rakyat akan jelaskan kepada rakyat bahawa memilih Barisan Nasional, adalah memilih penyelewengan pengurusan ekonomi dan kenaikan harga makanan.

ANWAR IBRAHIM
KETUA PEMBANGKANG
20 MEI 2011

[1] Bank Negara Malaysia: Consumer Price Index Jan – Apr 2011

[2] FAO’s CPI refers to 2002 as the reference price hence the indices


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s